Tampilkan postingan dengan label 2011. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2011. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Maret 2012

Hugo (2011)

Kisah film ini diadaptasi dari novel The Invention of Hugo Cabret buah karya Brian Selznick yang diterbitkan pada tahun 2007 lalu. Bersetting di kota Paris tahun 1930-an, seorang anak laki-laki yatim piatu bernama Hugo Cabret (Asa Butterfield) tinggal di pojokan tersembunyi di stasiun kereta api. Setelah ayahnya meninggal, pamannya kemudian mengajaknya tinggal di tempat tersebut. Paman Hugo adalah pekerja di stasiun kereta tersbut yang mana tugasnya adalah merawat dan memperbaiki jam-jam besar yang ada di stasiun tersebut. Sebenarnya, keberadaan Hugo di tempat tersebut adalah ilegal sehingga mesti bermain kucing-kucingan dengan petugas pengawas stasiun (Sacha Baron Cohen) yang gemar menangkap anak-anak gelandangan tanpa orang tua dan mengirimnya ke panti asuhan. Sebelum meninggal, ayahnya meninggalkan sebuah buku catatan termasuk rencana untuk memperbaiki sebuah automaton (sebuah mesin sejenis robot yang bisa bergerak sendiri) yang bisa menulis dengan pena yang ditemukan ayahnya di sebuah museum. Sayangnya selain rusak cukup parah, automaton tersebut membutuhkan sebuah kunci berbentuk hati untuk menghidupkannya kembali. Lenyapnya sang paman yang mengajaknya ke stasiun itu membuat Hugo menjadi sebatang kara dan harus hidup mandiri.

Baca Selengkapnya......

The Artist (2011)

Sepertinya sudah merupakan suatu kewajiban bagi saya untuk menerjemahkan film yang memenangkan Best Picture di setiap tahunnya. Setelah The Hurt Locker yang menang tahun 2010, dilanjutkan dengan The King’s Speech di tahun 2011 kemarin,  maka untuk tahun ini giliran film pemenang di tahun 2012 ini; The Artist. Selain sama-sama dirilis tahun 2011 lalu, mungkin kalian ada yang tahu apa dua kesamaan dari film ini dengan Hugo besutan Martin Scorsese? Jika sebagian dari kalian tidak tahu, maka saya akan menjelaskannya di sini. Pertama, tema yang diusung oleh kedua film ini adalah mengenai era keemasan film bisu (silent movie) yang berjaya di antara tahun 1920-an sampai 1930-an. Yang kedua, baik Hugo maupun The Artist sama-sama membawa pulang 5 piala Oscar di tahun yang sama. Dari kesepuluh nominasi yang diborong film ini, lima piala berhasil diperolehnya, masing-masing untuk Best Costume Design, Best Original Score dan 3 kategori yang sangat bergengsi; Best Director untuk Michel Hazanavicius, Best Actor untuk Jean Dujardin dan Best Picture. Film ini juga menuai banyak penghargaan di ajang-ajang bergengsi lainnya seperti Golden Globe, Cannes Film Festival dan BAFTA Film Award.

The Artist yang juga dinobatkan sebagai film produksi Perancis yang paling banyak mendapatkan penghargaan dalam sejarah perfilman ini memang unik adanya. Tercatat bahwa The Artist adalah film bisu pertama yang memenangkan Best Picture sejak film bisu Wings memenangkan kategori yang sama 83 tahun yang lalu. Bukan itu saja, film ini juga merupakan film

Baca Selengkapnya......

The Girl with the Dragon Tattoo (2011)

The Girl with the Dragon Tattoo (2011)Pada tahun 2009, sineas Swedia Niels Arden Oplev sempat memancing perhatian para insan perfilman dunia kala film garapannya Män som hatar kvinnor atau dalam bahasa Inggrisnya berjudul The Girl with the Dragon Tattoo berhasil ‘menyihir’ banyak pihak, khususnya kalangan kritikus Hollywood yang dikenal dengan kritikan tajamnya. Mengangkat tema kisah penyelidikan seorang jurnalis yang disewa untuk memecahkan kasus seseorang yang sudah hilang selama 40 tahun, Oplev sukses menampilkan sebuah drama thriller yang tidak hanya solid di segi cerita, namun juga mampu mengedepankan sosok karakter kuat yang unik dalam wujud gadis hacker Lisbeth Salander. Tidak hanya itu pula, cakupan film yang kisahnya diangkat dari novel karya Stieg Larsson ini sangatlah luas dari sekadar menampilkan sosok jurnalis pemurung dan computer hacker biseksual karena di dalamnya juga memuat banyak intrik, korupsi politik, pembunuh berantai, misteri ruang tertutup ala Agatha Christie, serta adegan pemerkosaan yang mencolok.Menyajikan kisah yang sama sekali tidak umum untuk ukuran film Swedia, serta menghibur namun tetap bergaya artistik khas Eropa, film ini sukses luar biasa dan berhasil menuai banyak penghargaan dari berbagai festival film internasiona yang diikutinya. Singkatnya, film ini didapuk menjadi film Swedia terbesar sepanjang masa, bahkan menjadi salah satu film paling

Baca Selengkapnya......